Opini dan Artikel

ANAK BANGSA MEDSOS

Pada tanggal 17 Mei 2020,sekitar pukul 17,30, di dekat lapangan Bonto Bonto,di Pangkep,Sulawesi Selatan,sekelompok remaja kampung berkerumun di pinggir tanah lapang sambil menikmati sore yang cerah.Seorang remaja,penjual makanan tradisional setempat jalangkote,Rizal berusia 13 tahun,ikut berseloroh:”ya tolo`ma ma`rang” dalam bahasa Bugis yang artinya”Saya jagonya main ma`rang”.nama mainan rakyat  setempat.Rizal sambil memainkan bagian depan sepeda motor mlik Pirdaus,yang sedang berada dipinggir tanah lapangan tersebut.Pirdaus mendorong tubuh gempal Rizal hingga terjungkal di pinggir pembatas tanah lapangan desa tersebut.Rizal tidak menangis,bahkan tersenyum kecil,dari peristiwa yang baru saja dialaminya.

Salah seorang dari kerumunan tersebut secara tidak sengaja merekam kejadian tersebut lalu di posting ke media sosial.Rizal pulang ke rumahnya dan tidak memikirkan apa yang baru saja dialaminya,karena dianggapnya  bagian dari  permainan biasa yang  juga sering dialaminya dan juga sering dialami oleh anak lain  yang sebaya dengannya.Tetapi setelah peristiwa tersebut tersebar luas d media sosial,terjadi kegemparan yang melibatkan berbagai pihak.Polisi mulai betindak dan menyeret Pirdaus sebagai pesakitan.Sejumlah orang dari berbagai tempat menyampaikan simpati pada Rizal anak usia 13 tahun yang hidupnya selalu ceria sambil mencari nafkah dengan menjual jalangkote.Rizal tidak tahu apa apa,tetapi tetap  cengengesan sebagai anak desa yang periang,Beberapa hari kemudian, ia mulai heran,mengapa banyak orang datang ke rumahnya sambil membawa hadiah,sepeda dan uang?

Mereka yang datang silih berganti,mulai dari kelompok kelompok komunitas tertentu,para yoetuber sampai pejabat setingkat gubernur.Mereka juga membawa sejumlah uang dan barang,mulai kereta angin,sepeda motor,sampai janji memberi bea siswa hingga ke tingkat perguuan tinggi.Tentu saja mereka tidak hanya membawa hadiah,tetapi juga membawa tukang fhoto,tukang shoting yang langsung di posting ke media sossial.Rizal kecil tidak sendirian mendapatkan simpati dan popularitas,dikehendaki agar mereka yang berdesakan datang simpati kepada Rizal juga kiranya mendapat simpati yang sama setimpal dengan yang diperoleh Rizal kecil itu .Walaupun si Rizal tetap melongo tak tahu apa yang terjdi,mengapa banyak orang dan pejabat datang kerumahnya sambil membawa oeh oleh dan janji yang sangat menjanjikan.

Kejadian yang kedua terjadi pada sekitar Maret..2021 lalu,…….Karena ada aturan yang mengharuskan setiap penumpang yang hendak naik pesawat,harus membawa keterangan rapid test, yang menyebutkan bahwa yang bersangkutan non reaktif dari virus corona 19.Untuk mendapatkan keterangan tersebut setiap penumpang harus merogoh kantongnya dari Rp.150,ribu smpai Rp.250,ribu. surat keterangan tersebut dapat diperoleh di berbagai tempat,di puskesmas,klinik,bahkan di airport. Di Cengkareng seorang penumpang merasa diperas oleh seorang petugas kesehatan. Selain diperas juga ada tambahan dengan kata kata pelecehan seksual.Kedua hal tersebut baru diketahui dari medsos yang diunggah beberapa hari setelah peristiwa tersebut. Unggahan tersebut tentu saja tidak punya dasar jika seandainya polisi cermat,untuk menjadikannya sebagai alat bukti.Pernyataan perempuan tersebut tentu sangat sumir,karena tidak menyebutkan secara rinci bentuk pemerasan dan pelecehan tersebut.Yang menjadi perhatian kita,adalah,mengapa polisi begitu antusias untuk mencari si  pengunggah dan orang yang disebutkan dalam unggahan tersebut??.Konon petugas kepolisian sampai menyusul ke Bali,menyuruh lapor kejadian yang barusan diunduh di medsos.Bahkan polisi juga memposting  di mesdsos si petugas kesehatan  yang berhasil di bekuk di Sumatera Utara.Mungkin orang tidak terlalu percaya dengan unggahan wanita tersebut,tetapi menjadi bahan pergunjingan,mengapa polisi sampai menjemput perempuan tukang unggah di medsos,bukankah peristiwa tersebut hanyalah delik aduan,jika wanita tersebut benar benar merasa dirugikan?Kini petugas kesehatan tersebut justru dipermalukan dengan tayangan di medsos, sebagai pesakitan yang dicari sampai rumahnya di Sumatera Utara.

Polisi yang demikian sigap mencari si pengunggah dan menyuruh segera lapor,dan polisi yang dengan sigapnya berangkat ke Sumatera Utara mencari seorang sarjana kedoktean yang diunggah seakan akan telah melakukan pemerasan dan pelecehan,menjadi lebih sering muncul di layar televisi. Sejenak terjadi keributan dihalaman media massa yang menimbulkan pro kontra,terutama tentang aktifitas polisi yang demikian hebat setelah sesorang mengunduh sebuah kejadian yang belum tentu benarnya dan menyangkut nama seseorang dan merupakan masalah keperdataan.Banyak orang juga bertanya apa yang menjadi motif pihak kepolisian untuk mengejar masalah masalah yang tidak mnimbulkan keresahan sosial,dengan bumbu bumbu yang tidak sedap seperti kata”polisi kurang pekerjaan dan polisi mencari momentum untuk mencari ketenaran”.Suasana kebatinan yang sesungguhnya pastilah hanya pihak polisi yang mengetahuinya dan kita tidak layak memberi pernilain.

Wali kota Solo dan mobil SMK.

Pada tahun 2007, SMK Negeri I,Crucuk,Klaten Jawa Tengah, mencoba membuat mobil . Mereka mengakui bahwa mereka bukan membuat mobil nasional.,,wali kota Solo Joko Widodo pada waktu itu dengan bangga memperkenalkan mobil SMK. Bahkan mobil dinasnya sebagai wali kota juga bermerek SMK. Sebagian besar pemirsa televisi media sosial berdecak kagum bahwa atas dorongan beliau SMK di Solo telah berhasil membuat mobil nasional. Memang sejak Indonesia merdeka negara kita belum berhasil membuat mobil nasional,oleh karena itu layaklah jika para pengguna medsos terkagum kagum,apalagi jika dibumbui oleh para perancang media sosial tersebut tentang kehebatan produk tersebut dan menceritrakan siapa yang berada dibelakang kesuksesan tersebut.Ketika seorang wartawan bertanya tentang luas tanah yang diperlukan untuk industri mobil nasional,beliau menyatakan cukup satu atau dua hektar saja,padahal untuk sebuah industri otomotif yang terdiri dari berbagai komponen diperlukan  beberapa buah pabrik yang memerlukan  beberapa ratus  hektar lahan,tetapi untuk mobil SMK dibutuhkan lahan cukup hanya seluas  1 sampai 2  hektar  saja.

Wali kota boleh saja tidak mengerti secara detail tentang mobil nasional, tetapi kita harus apresiasi cita cita beliau untuk membuat mobil nasional. Ketenaran beliau sebagai tokoh nasional,suka atau tidak suka,.erat kaitannya dengan peranan media sosial .Hal tersebut tidak secara kebetulan tetapi harus diakui bahwa peranan media sosial sebagai kebutuhan informasi utama generasi kita dewasa ini telah banyak mengubah peranan berbagai media mindstreamnya ,tingkah laku konsumen dan produsen serta peranannya dibidang politik adalah  seperti contoh contoh diatas,Semua yang dilakukan oleh politisi kita tentu saja halal menurut jamanny,jaman yang kita bicarakan hari ini.Hal seperti ini juga dialami oleh presiden  Prancis,Emmanuel Macron yang dibesarkan oleh medsos,walaupun dikemudian hari baik presiden Jokowi maupun Emmanuel Macron sejalan dengan harapan rakyatnya dan cita cita tokoh tersebut diatas dengan  memperlihatkan kwalitasnya yang sangat baik dalam kancah politik  dan pembangunan dinegerinya masing masing

Sekarang mobil SMK itu dimana?.Memang benar hingga dewasa ini kita belum mampu membuat mobil nasional.Bisa jadi perusahaan mobil raksasa seperti Toyota,Suzuki,Honda, Yamaha atau Nissan dan lainnya,senang jika Indonesia tak mampu membuat mobil nasional.Bukankah Indonesia sudah punya pabrik perakitan dari perusahaan tersebut di Indonesia?, mengapa perlu membuat mobil nasional?.Sekurang kurangnya itulah pendapat para pemilik pabrik perakitan tersebut.Memang di jaman Orde Baru sudah mulai digagas mobil nasonal dengan nama mobil Timor.Proyek tersebut segera  bubar setelah rezim tersebut bubar. Setelah itulah tiba tiba muncul mobil SMK di Solo yang sangat  menghebohkan  dan menggembirakan.

Jika mobil SMK tersebut dibuat oleh SMK,maka hal tersebut pastilah  sebuah kemajuan yang luar biasa.Tetapi jika SMK hanya melakukan pengelasan dan merakit komponen dari mesin mobil dari salah satu perusahaan tersebut diatas atau mobil buatan Cina atau Korea,,hal tersebut pasti sebuah pelanggaran.Misalnya anak anak SMK di Solo,mengambil mesin dari mobil KIA atau Jialing  atau Toyota Kijang bekas,lalu diberi label buatan SMK,maka pihak perusahaan tersebut diatas  dapat melakukan gugatan berdasarkan Undang Undang hukum perdata, ITE,Undang Undang Paten bahkan yang dapat mengakibatkan kerugian merk tersebut.Tetapi sukurlah bahwa mobil SMK tersebut memang belum diproduksi,sehingga jika Undang Undang ITE digunakan hal tersebut termasuk penyebaran  berita bohong dan dapat dituntut oleh pihak yang merasa dirugikan.Hal tersebut terjadi jika ada yang merasa dirugikan baik sebagai konsumen maupun produsen dari mesin mobil yang digunakan oleh anak anak SMK tersebut.Sekali lagi kita sangat gembira karena gagasan mobil nasional tesebut telah dibangkitkan kembali dari cita cita yang selalu tergerus oleh pandangan yang berbeda dari setiap rezim yang berkuas,seperti pada nasib pesawat terbang yang digagas oleh presiden B.J.Habibi  dimasa yang lalu.Saya tidak yakin bahwa gagasan mobil SMK murni dari rencana pak walikota sendiri,tetapi pastilah sebagai keberhasilan para pendukungnya sebagai perancang media sosial yang sangat jitu.Walau demikian bangsa Indonesia juga telah menemukan presiden yang didukung oleh sebagian besar rakyat media sosial dan golongan masyarakat umum.

Mohammad Zohri Rachman.

Mohammad Zohri Rachman,seorang pemuda yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara,Provinsi Nusa Tenggar Barat,adalah seorang pelari cepat 100 meter,kebanggaan Indonesia dan khususnya kebanggaan masyarakat pulau Lombok.Namanya sangat terkenal,karena media sosial menyiarkannya secara terus menerus.Presiden Jokowi juga ikut bangga dan karena itu beliau berkenan menerimanya diistana,sambil memberikannya hadiah hadiah yang berharga.Lagi lagi media sosial menyiarkannya sambil memberi komentar yang sangat menarik,seperti yang menimpa adik Rizal dari Bonto Bonto Sulawesi Selatan,diawal tulisan ini.

Tidak mau  ketinggalan ,banyak pihak lain yang memberikan penghargaan pada Mohammad Zohi Rachman berupa benda,uang dan bahkan rumah.Tentu saja kegiatan  tersebut disiarkan oleh media sosial.Timbul pertanyaan,apakah semua penghargaan  dan pemberian kepada Zohri Rachman dilakukan atas dasar kebanggaan dan kekaguman yang sesungguhnya,ataukah agar si pemberi tersebut juga memperoleh ketenaran yang sama dengan subyek yang nenjadi berita utama tersebut? Hal ini perlu dipertanyakan ,karena ada ribuan mantan atlet yang telah membawa nama besar Indonesia dtingkat dunia,kini dimasa tuanya hidup melarat ,sementara kita melengos ketika tidak ada media yang menyiarkannya.Bisa jadi terbalik,jika sekiranya medsos membawa seorang yang minta namanya disiarkan ketika sedang memberi belas kasihnya pada pahlawan tersebut,lalu akan diikuti oleh maniak medsos lainnya,seperti yang diterima atau apa yang dialami  oleh adik kita Mohammad Zohri Rachman dan orang lainnya di Indonesia bahkan didunia ini .

Puan Maharani dan kritiknya

Dalam sebuah pertemuan intern partai PDI di Semarang pada akhir Mei 2020 yang lalu,beliau mengeluarkan kritik yang intinya banyak orang atau pejabat bekerja di medsos atau mencari nama melalui medsos padahal orang tersebut tidak benar benar bekerja dengan baik.Beliau sebagai pimpinan partai  besar dan sebagai ketua parlemen di negara ini,tentu saja merasakan bahwa pada akhir akhir ini terlalu banyak orang yang berlomba dengan segala cara untuk mempopulerkan dirinya,entah untuk kepentingan apa,terserah.Akan tetapi kritik tersebut haruslah dipandang sebagai kritik untuk bangsa ini,karena itulah beliau tidak menyebut nama siapapun dalam pernyataannya tersebui.Sebagai bangsa yang sedang berkembang dan sangat dinamis,bangsa ini hendaknya melihat ungkapan Puan Maharani,sebagai lonceng  pemberitahuan tanda bahaya yang sedang melanda negeri ini,lebih lebih jika hal itu juga menjadi model baru bagi kegiatan para pejabat negeri ini.Bahkan yang sangat mengkhawatirkan medsos juga sudah meraba para dai atau pendakwah kita yang lebih cendrung mencari popularitas ketimbang menilai apakah telah terjadi perubahan dikalangan ummat akibat metode dakwahnya yang menggunakan medsos tersebut yang dicampur adukkan  dengan iklan dan perhitungan keuntungan material yang melimpah ruah.

Undang Undang ITE.

Undang Undang No.11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik,telah beberapa kali mengalami perubahan.Terlambatnya lahir undang undang ITE di Indonesia adalah   sebagai informasi tentang terlambatnya negara kita memahami masalah informasi elektronik.Hal tersebut dapat dipahami karena teknologi ini lahir bukan di negara kita,sementara kita hanyalah sebagai konsumen belaka.Demikian pula seringnya terjadi perubahan atas Undang Undang ITE tersebut,menunjukkan bahwa pemahaman kita terhadap berbagai aspek yang ditimbulkannya oleh kemajuan teknologi digital tersebut sangat lamban,sementara kemajun teknologi tersebut ,melebihi kemampuan kita untuk mengantisipasinya.Bahkan mungkin saja sudah banyak yang menyalah gunakannya  dalam berbagai transaksi elektronik yang belum mampu kita ungkap dan akan terus merugikan masyarakat dan merugikan negara.

Penegak hukum kita hampir kehabisan waktu mengurusi masalah penggunaan undang undang ITE tersebut,khususnya yang berkaitan dengan pencemaran nama baik,penghinaan,atau prostitusi elektronik,ATM yang dibobol oleh turis asing di Bali,di Lombok  dan lainnya,dtambah lagi dengan penyimpangan dibidang transaksi elektronik lainnya yang mencakup berbagai bidang yang meliputi transaksi antar negara baik yang bersifat privat maupun yang bersifat publik,pencucin uang dll.Padahal kasus pertama tadi hanyalah hal hal yang bersifat delict aduan,sementara yang terakhir tersebut merupakan tindak pidana umum.

Undang Undang ITE juga salah satu Undang Undang yang paling sering digugat atau yudisial reviue ke Mahkamah Konstitusi(MK).Beberapa keputusan penting dari keputusan MK itu antara lain  adalah penegasan bahwa fasal yang dikenakan dalam kasus kasus pencemaran nama baik.MK  menegaskan hal tersebut dalam katagori  delik aduan.(Kep.MK.No50/PUU VI/2008 dan No.2/PUU VII/2009.Kep.MK No.5/PUU VIII/2010 tentang penyadapan,yakni keharusan negara membentuk Undang Undang untuk hal tersebut.Dibawah pimpinan Menko.Polhukam,Undang Undang ITE kini sedang dalam proses revisi lagi.Dewasa ini di Indonesia tidak ada Undang Undang yang paling banyak dibincangkan  ,selain UU ITE.Hal ini membuktikan sekali lagi,bahwa masyarakat kita cendrung secara massal memasukkan dirinya dalam masyarakat digital melalui medsos yang kita sebutkan terdahulu.Bisa saja kita atau pemerintah kita tidak menyadari bahwa bangsa yang sedang berjalan,tidak menyadari bahwa kapal kita sedang memasuki lautan digital dengan gelombang tinggi yang dikendalikan dengan berbagai peralatan oleh mereka yang menciptakannya.Kita tidak sadar bahwa sebagian pemilik modal yang menggunakan media ini melalui pelbagi produknya,seperti fintech,starsuf,cripto dan lain lainnya menilai bahwa bangsa kita yang baru kenal digitalisasi atau medsos dari berbagai produk aplikasi,adalah tempat yang paling subur untuk meraih keuntungan berlipat ganda dalam waktu sekejap,sekali lagi dalam waktu sekejap,tanpa memikirkan jutaan orang pekrja di jalan tol,pelabuhan,kantor kantor bank,mall,toko tko tradisional telah diusir oleh teknologi tersebut.

Data data pengguna internet kita dapat diperjual belikan secara online,merupakan  bukti lemahnya pemahaman dan proteksi bagi bangsa kita dalam era perubahan tersebut.Suatu kolonisasi ekonomi dan skaligus kolonisasi kebudayaan sedang berlangsung di era perubahan tersebut.Contoh contoh drama korea,produk korea berupa batu giok, K.pop, makanan korea  dan lain lain,telah menggunakan media informasi kita,demikian pula gojek,tokopedia yang sahamnya dikusai oleh asing,sementara ribuan orang Indonesia berbaju hijau berjubel menunggu pesanan diwarung warung kita disepanjang Jakarta dan kota besar lainnya,,sebagai buruh antaran dari perusahaan tersebut.Ribuan dan bahkan jutaan sepeda motor dari industri rakitan kita dikreditkan pada anggauta ojol yang memberitahu kita,bahwa sebagian bangsa kita masih dalam  kelas seperti itu.Kita terkagum kagumi inilah produk online yang hebat.Saya tidak percaya bahwa mereka mendapat pekerjaan baru,karena mereka sebelumnya pada dasarnya juga  adalah tukang ojek  tetapi kini direkrut kedalam kandang raksasa yang bernama ojek online. Yang dikuasai oleh orang kaya baru dari kelompok bangsa medsos tersebut.

Bangsa kita dewasa ini,terutama dari kalangan menengah atas,telah menjadi masyarakat medsos. Medsos bukan semata mata sebagai alat,tetapi sudah menyatu dalam sikap dan prilaku. Medsos atau produk start-up juga adalah mesin pengitung rente dari pemilik asing Medsos juga sudah dianggap memiliki kekuatan melebihi kekuatan manusia biasa. Medsos dapat memerintahkan polisi untuk mencari seorang tenaga kesehatan bandara yang ngumpet di rumahnya di Sumatera,medsos memerintahkan polisi untuk mencari wanita yang berceritra tentang pelecehan. Hakim tunduk pada medsos, lalu menghukum seseorang atas nama Undang Undang ITE. Jika medsos hanyalah halaman koran,dimana semua orang boleh memasang iklan asal membayar kuota,jika ada yang dirugikan,silahkan selesaikan menurut cara yang paling sederhana,saling memaafkan,jika tidak dapat dilakukan, bantulah mereka dengan cara masing masing,sampai bangsa kita menemukan puncak peradabannya ketika mereka mulai  berhati hati menggunakan teknologi tersebut,agar jangan sampai  bangsa lain berpendapat,bahwa bangsa Indonesia sejujurnya adalah bangsa medsos. Saya mengapresiasi Kepala Kepolisian Indonesia dewasa ini, yang dengan cepat mengubah alam pikiran dan menyadarkan sebagian aparat penegak hukum kita yang sebelumnya, telah berhasil  diperintah secara semena mena  oleh  medsos, bahkan  untuk menjadi alat politik  tertentu yang dapat  menjerumuskan lawan politik lainnya untuk meraih keuntungan yang bersifat ekonomi maupun politis. Beliau menggunakan Undang Undang ITE tersebut dengan  sangat hati-hati dan jangan sampai digunakan secara berlebihan untuk sebagian besar kehidupan masyarakat yang menggunakan halaman medsos seperti yang terjadi beberapa tahun belakangan ini.

Mataram 10 Juni 2021

Menampilkan lebih banyak

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
Close
Close